TAQDIR
andai ada mawar
taburkanlah di atas pusara senyuman
ketika malam malang menyentak sunyi dan sabar
jangan ada tangis dan sesal
ini kurnia dan bibit cinta Khaliq
bisiklah pada nuranimu... Kekasih Kekasih
pasti tenang gelora samudera
oh insani leka apakah tidak tertawan
jeling bidadari dan taman-taman hijau
kudamerah dengan dua sayapnya
dibuka, bertemu barat dan timur
ditutup, memukau indah dan megah
bacalah huruf-huruf langit dengan hati putih
agar kerlipan bintang-bintang
menunjukimu arah pulang
andai ada sebak
selamilah lautan Kekasih
al-ansar 1200, 22/11/05

KEMARAU
apakah sudah tiba kemarau
hingga teratai layu di tasik kering
menatap lukisan dan tangisan
bagai berjuang di rimba berapi
hati yang terpanggang tersisa
terlerai dalam dengus sesak dan sebak
oh... kemilau mimpi malam-malam luka
taman hangus dan bunga-bunga hitam
menjadi tabir yang menggelap
penyair leka kemarau kata-kata
bersuara tanpa kata dan makna
dalam ruang sepi
al-ansar 2200, 18/11/05

RINDUKU 2
gelisah apa yang bermain di hatimu
gelisah hati mendamba rindu
dalam bisik, kubina titian cinta
untuk sampai ke pelabuhan putih
ingin kupeluk cintaMu lagi
titis embun malamdingin dan kamar sunyi
tenggelam dalam ingin dan asyik
ombak rasa membuak ke langit tujuh
membentuk pelangi indah tujuh warna
satu-satu memuji dan memuji
terpesona camar, lupa arah untuk kembali
bagai terkilau sukma menatap wajah purnama malam pertama
fikirlah pada tanda dan makna
untuk mencari yaqin di Subuh lagi
kering sumur rindu
menanti panggilan Kekasih
Al-Ansar, 0722, 19032005

HIKMAH
lihatlah erti Cinta
pada gulung badai musim tengkujuh
membawa nestapa nelayan
menatap perahunya, musnah di dada pantai
sapaan pilu hari-hari hitam
anak-anak kecil mengutip masa depan
dalam timbunan lumpur dan sampah
wajah riang menghijab pilu sumur hati
tataplah makna Kasih
pada taufan ganas malamdingin
merongkah dinding kamar
insani malang tersentak dari peraduan
mencari tempat berlindung
padi rebah di bendang tersayang
raut pucat petani, apakah ada lagi
emas kuning untuk dituai musim ini?
guguran duka dan derita
memukau mimpi yang musnah.
singkaplah tabir maknawiyah takdir
engkau kan ketemu
hakikat Cinta dan Kasih
Kota Damansara, 0107, 28022005
KALIMAH SUCI II
aku mencari damai
dalam sumur huruf-huruf langit
bercanda dalam alpa
bagai abid leka menghitung tasbih
istirah, benang-benang zikir dan tahmid bercantum
menjadi lembaran cinta yang tak berpenghujung
itulah jalan putih ke pelabuhan redha
ada kudamerah dengan dua sayapnya
mengintai penunggang pertama
siapakah insani terpilih yang akan membelah langit
untuk bermain asyik di hari Yaqin?
siratan rindu, membuak dalam makna dan seni
hilang kata menzahirkan hasrat dan rasa
cucur maghfirah menjadi embun dingin
basahi batini, nur memancar wajah
menjadi kekasih
mendamba kasih
waktu yang berlalu
mekar dan bermadu
ketemu damai
dalam kalamMu.
Kota Damansara, 0019, 23012005
KAF II
ada bisik, ada risik di pantai selatan
ada ragu, ada tamu melintas di halaman
desa sepi, gemersik riang anak-anak kecil
senyum dan simpuh di tangga madrasah
senyum, pancaran nur dan rahmat dari langit
simpuh, kilau sujud dan budi insan terpilih
ini didikan Nabi, mana mungkin
ketemu lumpur hitam di pesisir putih?
nestapa,
mengapa bergema semula irama lama di pantai selatan
sehingga berselerak garisan pantai?
mengapa berkocak riak di sumur tenang
sehingga musnah teratai dan kiambang tersayang?
rebah tiang madrasah bersama senyum dan simpuh
bergelimpangan dalam pusara tanpa nama dan makna
wajarkah berbunga kemboja di pinggir senja
jika subuh lagi dilanda kemarau
jujukan duka dan luka insaniah
terpukau dalam irama
Kota Damansara, 2106, 30102004
MENCARI MAKNA MIMPI
apakah yang berkocak di hatimu penyair
rasa resah merentap mimpi-mimpi damai malam
ombak rasa,bergulung menghempas pantai hati
berselerak pasir, umang-umang menjadi mangsa pertama
tewas dalam takdir
ribut jiwa melanda, menggugah mutiara di laut dalam
tumbang pasak satu-satu, tinggal benteng terakhir
menunggu ketika, terzahir pincang dan dosa
berderai tangisan, apakah ada penyelesaian
pada kisah hitam yang belum berpenghujung?
insaniah, hilang arah dalam menafsir makna hidup
batiniah, meronta dalam siratan waktu
belum ketemu jalan ke raudhah
Khaliq, apakah masih ada hijab pada rayu
yang kutadah saban waktu?
ini bisik penyair
mencari makna mimpi
Kota Damansara, 24102004, 2300
TERJAWABKAH RAGU
apa guna menutur kata
andai tiada hadirnya hati
bukankah dikata sia
mendayung perahu di laut kering?
nestapa, patah dayung tersayang
gugur keringat dalam engahan nafas
ini gelisah penyair
dalam dingin malam, dalam ombak rasa
dalam damai alam, dalam kecamuk jiwa
mengapa ketemu dusta dalam jujur
sehingga gugur mawar sebelum tiba waktu?
mengapa terkilau mata malamdingin
sedang rembulan sebenarnya tak punya cahaya?
terjawabkah ragu
sebelum berlabuh tirai malam
Morib, 0128, 15102004
SEMPURNAKAH SYAHADAH
Mengapa masih sukar
Melafaz syukur bagai memaksa diri
Menelan pahit hempedu
Apa masih belum terzahirkah
Seru dan bujuk rayu Kekasih?
Apa masih terhijabkah mata hati
Dari mengenal maknawi diri
Makrifat dan maghfirah
Lautan rindu sang Salik
Bercanda dalam badai
MengenangMu, bergenang air mata kasih
Merindu, terbit ombak resah di pantai hati
Enggan berpisah lagi
Sempurnakah syahadah
Bila istirah dipuput gelisah
Bukankah bertemu tanpa cinta dan rasa
Bermakna sia dan derhaka?
Apa masih belum dinginkah embun duniawi
Hingga tergamak menyuarakan naïf?
Oh… penyair leka
Belajarlah mengenal huruf-huruf langit
Sebelum tersesat dalam puisimu
Bukit Jernih 1621, 29072004
RAUDHAH II
Di taman ini
ada kitab suci
dalam dakapan isteri
Di taman ini
ada senyum suami
menggapai mimpi
Di taman ini
ada suara anak kecil
abi...abi...?
Di taman ini
ada pusara sepi
seharum kasturi
Di taman ini
sekeping hati
mencari Ilahi
Bayu, 0708, 08072004
RAUDHAH
Di taman ini
Yang kutemui
Sumpah-sumpahan
Mahsuri, cinta dan darahputih
Gugur padi di tangkai tujuh musim menuai lalang
Di taman ini
Yang kutemui
Tangis-tangisan
Anak kecil, antara haus dengan kain putih
Menghitung hari dan nafas, terlelap di tasik kontang
Di taman ini
Ada puisi
Dalam pusara sepi
Padang Matsirat, 0206,18052004
SAFAR
Penyair sufi dan sepi malam pertama
Ingin mencari pelabuhan putih
Dalam zikir, cinta dan harap bersatu
Maghfirah dan mardhiah
Kata yang belum ketemu makna
Oh… apakah bisik bayu malam
Bermakna tiada restu
Untuk melangkah dan melangkah lagi
Sungguh antara kamar dan pelabuhan putih
Ada cinta yang perlu dipilih
Kerana hatimu dicipta satu
Penyair sufi dan sepi malam pertama
Istikharah dan istirah
Tinta dan pinta
Kudamerah dengan dua sayapnya
Dibuka, bertemu di timur dan barat
Ditutup, terungkap indah dan megah
Oh penyair sufi
Belum ketemukah maknawi mimpi
Untuk menyusur langit tujuh
Ayuh kubawamu menyingkap tabir langit
Menuju pelabuhan putih
Penaga 1033, 30032004
KALIMAH SUCI
bait apa yang menjadi rindu insani
bait huruf-huruf dari langit
indah bukannya puisi
dilihat umpama lukisan terpilih
disentuh, berputik di hati ingin dan kasih
memandu nelayan malam
untuk pulang ke pangku isteri
menemani malam penyair sufi
menangis mencari diri
menyusun kitar malam dan siang
supaya pantai punya samuderanya
dan kumbang dan bunga
bertemu untuk tidak berpisah
menjadi nur, insani leka kembali ke hampar sejadah
untuk menangis dan menangis lagi
menjadi rahmat, penghuni bumi berbalas cinta
memberi makna sejahtera
indahnya, seni yang tidak terungkap
gugur hijab, Umar tunduk melafazkan syahadah
tertawan hati penghuni Madinah
Muhajirin dan Ansar bersatu
ibarat guru yang mursyid
menunjuk anak-anak kecil
akan hidup selepas mati.
Kota Damansara, 2003
RINDUKU
Khaliq
dari mana datangnya rindu
bertandang, mengisi sepi
melayang, membawa diri
dalam khayal dan alpa
terbang hingga ke awan mimpi
di langit tujuh
bermain kasih
dari mana bisikan rindu
menyapa, memikat hati
melanda, membawa pergi
dibalut ingin dan ingin lagi
menyelam, mencari mimpi
di samudera jauh
cinta berputik
Khaliq
kukembalikan rindu ini
memutik, menyemai intim
menguntum, mengharum abid
dibuai menjadi mimpi terpuji
di iman, di hati
bingkisan insani.
kota damansara, 01072003
KAF
Mengalirlah sepuas hatimu
Basahi seluruh lurah kering gunung
Dan siramilah pamah itu
Biar penghuni desa ini kenal lopak
Biar mereka yang turun ke lembah
Basah dan tertawa
Mereka takkan lupa lagi wajah seluang
Kerana burung bangun pagi
Pasti menyanyi hari ini
Menyusun kata memuji
Kerana pohoan tinggi kan merimbun
Mengasihi, meneduhi yang rendah
Asyik menjalar memeluk bumi
Mengalirlah ke hilir
Agar sang perahu punya muara
Untuk belayar jauh
Mencari cintanya
Al-ansar 2248, 09052002
MAWAR DAN DURI
Mekarnya menjadi idaman
Manifestasi rindu kuntuman impian
Merah hati menjadi pesona
Saban waktu memikat insani
Terbawa hingga menjadi mimpi
Tiada ditafsir cantiknya
Tiada puisi terbanding
Bahasa yang tak ketemu makna
Mawar juga punya duri
Dicipta untuk melindungi
Namun dirinya bukan rebutan
Padanya cuma cemuhan
Itulah simbol derita
Itulah onar yang meluka
Hadirnya cuma disambut benci
Ingin dijauhi
Namun Tuhan yang mencipta mawar
Dia juga yang mencipta duri
Dicantum menjadi pasangan
Cuma manusia
Tidak mahu berfikir
Kangar 1207, 20032002
HARI INI
Hari ini
Bendang yang kita usahakan
Menguning emas
Semakin tunduk ia berisi
Benar sungguh ungkapan lama
Besimpuh santun di jatidiri
Kita yang merenung batas
Tersenyum
Hari ini
Tangkai menguning itu kita tuai
Ditampi penuh yakin
Kuning padi itulah emas idaman
Buat membina madrasah
Buat membina ummah
Dengan hati dan tangan kita
Sama warnanya
Hari ini
Kita tidak berperit lelah lagi
Cuma tersesnyum dibelai angin musim
Puas melihat bendang tersayang
Itulah harta warisan
Itulah pengikat kasih
Dua insan
Pontian 0736, 30122001
KIASAN
Bagai dihempas ombak ganas
Tubuh tersadai
Disambut pula gempa
Bumi merekah menelan jasad
Dihimpit tanah daging-daging merah
Berselisih tulang berselerak
Hancur jasad tersayang
Namun roh masih bersama
Kiasan rasa ingin ditinta
Mengerang hati dibunuh derita
Berat tubuh menanti rebah
Berpaut lemah dilepas parah
Akal meronta ingin dibebas jasad terkujur tewas
Bersusunan doa mencariMu
Hati sayu mengadu derita
Jelawat 0030, 05082001
IBARAT POHON
Ibarat pohon
Merendang menaungi bumi
Memayungi daerah naungan dari panas mentari
Pasangan burung membina ikatan abadi pada ranting kukuh
Buah yang gugur ke bumi Ilahi
Jatuh dinanti menjadi rezeki
Gugur terbiar menjadi benih
Tumbuh menyemai bakti
Engkau khalifah idaman sejagat
Ampuh ditunjangi pasak kukuh
Itulah aqidah dan iman
Agar teguh digoncang taufan
Amanah membela sepanjang zaman
Seri bunga memikat alam
Dedaun hijau halwa pandangan
Tiba masa terkulai ke bumi
Luruh dan membajai
Tanih subur mengolah rezezki
Tika hidupmu menjadi sebutan
Bila tiada terabadi di ingatan
Moot Court IIUM 1257, 07111999
LAGU PANJI
Riuh dan damainya nyanyian unggas petang
Di hamparan tenang
Berteman aku bersama alam
Menyusun bait-bait puisi lagi panji
Dan di sini aku memegang panji
Harapan idaman ayahbonda
Dan di sini aku menyusun puisi lagu panji
Tatkala tersenyum senja
Lagu panji kisah anak muda harapan keluarga
Menuntut segulung ilmu
Dengan mehnah dengan maruah
Lagu panji anak muda di tepian tasik
Menuntut damai sebuah perjuangan
Bersama Tuhan bersama alamNya
Lagu panji dengan tarian pahlawannya
Lagu panji dengan harapan ayah bondanya
Lagu panji dengan tari penanya
Lagu panji kita nyanyikan bersama
Panji itu erti sebuah perjuangan baru bermula
Dan sebuah puisi di danau sukma
Bukit Ekspo 1840, 03081998
Saya hanyalah seorang penulis yang menulis untuk meluahkan rasa kepada mereka yang ingin membacanya.
